Diduga Curang, Masyarakat Demo Minta Pilkades Desa Aek Pamienke -
Media Berita dan Streaming Terbaik dan Terpopuler
RedaksiIndeks Berita Intangmedia.com

intangmedia
banner 728x250

Diduga Curang, Masyarakat Demo Minta Pilkades Desa Aek Pamienke

banner 120x600
banner 468x60

LABUHANBATU-Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat dan Mahasiswa Desa Perkebunan Aek Pamienke, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) melakukan demonstrasi menyampaikan aspirasi atas adanya dugaan pelanggaran dan dugaan kecurangan pada pemilihan kepala desa (Pilkades) Perkebunan Aek Pamienke, Kamis (02/06/2022).

banner 325x300

Dalam pelaksanaan tahapan Pilkades, diduga panitia pemilihan kepala desa (P2KD) tidak pernah melakukan pendataan pemilih, tidak pernah menempel daftar pemilih sementara (DPS) di tempat yang mudah dijangkau masyarakat.

“Adapun DPS yang ditempelkan, hanya di majalah dinding (mading) kantor Kepala Desa. Itupun tiga hari sebelum hari pelaksanaan pemilihan,” kata Raji, kordinator lapangan aksi yang juga salah satu warga desa tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari warga, panitia juga tidak pernah melakukan pencatatan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), tidak pernah menempel (Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tempat yang mudah dijangkau masyarakat.

Adapun DPT yang ditempel di tempat umum hanya ada dua tempat di dusun IV  Pondok Seng, itupun tiga hari sebelum pemilihan.

Baca Juga berita ini sangat menarik untuk di baca  Rumah Dinas Pimpinan DPRD Jeneponto Tidak Di Fungsikan

Setelah dilakukan pengecekan terhadap DPT yang sudah ditempel panitia, masyarakat menemukan beberapa nama warg tidak masuk kedalam DPT, dan beberapa orang yang sudah meninggal dan pindah dari desa Perkebunan Aek Pamienke masih masuk kedalam DPT.

Pada tanggal 23 Mei 2022, panitia mulai menyebarkan undangan, namun pada 24 Mei 2022, panitia atau KPPS pada TPS 03 dan 04 kembali menarik undangan sebanyak tujuh undangan dari masyarakat pemilih yang berhak memilih dengan alasan tidak terdaftar dalam DPT.

Beberapa nama masyarakat yang ditarik undangannya sudah dilampirkan dalam gugatan calon kepala desa (Cakades) nomor urut 2 atas nama Sofian Sembiring.

“Mereka juga sudah mempertanyakan kepada panitia P2KD, namun panitia menjawab tetap tidak bisa,” lanjut Raji.

Pada tanggal 25 Mei 2022 diselenggarakan Pilkades perkebunan Aek Pamienke, pada TPS 01, terdapat selisih suara.

Baca Juga berita ini sangat menarik untuk di baca  SOP Rumah Sakit Umum Daya Makassar Wajib Masyarakat Ketahui

Dari 4 (empat) Cakades, terhitung hasil perolehan suara, 321 suara sah, dan suara yang batal hanya 1 suara, dengan total 322 suara.

Sedangkan jumlah pemilih yang hadir hanya 319 suara, artinya dalam hal ini ada 3 penggelembungan suara.

Pada tanggal 26 Mei 2022, salah satu dari Cakades Perkebunan Aek Pamienke nomor urut 2 atas nama Sofian Sembiring menyampaikan surat gugatan atau keberatan kepada Dinas PMD Kabupaten Labura.

 

Dalam gugatannya, pelaksanaan Pilkades Desa Perkebunan Aek Pamienke, diduga tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Labura Nomor 01 Tahun 2022 tentang Pemilihan Kepala Desa, Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Labura Nomor 05 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Labura Nomor 01 Tahun 2022 tentang Pemilihan Kepala Desa serta tahapan atau time line Pilkades serentak Kabupaten Labura yang sudah ditetapkan panitia kabupaten.

“Maka atas hal itu, kami melakukan aksi ke kantor dinas PMD, DPRD dan Bupati Labura, meminta hasil pemilihan kepala desa perkebunan Aek Pamienke dibatalkan dan dilaksanakan pemilihan ulang,” kata massa aksi.

Baca Juga berita ini sangat menarik untuk di baca  Emang Lu Siapa, Sampai Negara Harus Turun Tangan?, UAS Introspeksi Diri Usai Dicekal Singapura

Aksi tersebut diterima langsung oleh Muslim selaku Sekretaris PMD Labura. Muslim mengatakan, akan menyampaikan tuntutan massa ke panitia kabupaten.

“Kami tidak bisa melakukan pemilihan ulang, karena sudah dilakukan pemilihan secara jurdil (Jujur dan Adil),  ini akan kami bawa, baik tuntutan ibu secara tertulis sudah sampai kepada kami. Nanti ini akan kita sampaikan ke panitia kabupaten, kita akan melihat dan meninjau dimana kesalahan di desa Aek Pamienke,” kata Muslim selaku Sekretaris PMD Labura.

Selanjutnya, masa aksi bergerak menuju kantor Bupati, meminta Bupati agar memutuskan dilaksanakannya pemilihan ulang, karena adanya dugaan kecurangan.

Massa diterima oleh Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Labura, ia menyampaikan, akan menindaklanjuti gugatan.

Dirinya juga mengatakan, telah mengetahui adanya gugatan yang dilayangkan, oleh karena itu, dirinya meminta massa menyerahk

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *